Kenapa Bagi Sebagian Orang Belajar Bahasa Asing (Daerah) itu Sulit?

Sudah 12 tahun saya tinggal di Bandung. Setelah menikah dan ikut suami dinas di sini. Lebih tepatnya saya tinggal di Bandung Barat tapi Bahasa Sunda saya gak mengalami peningkatan ((sediii)). 

Padahal saya sudah tinggal 28 tahun di Bekasi, selama 6 tahun belajar Bahasa Sunda di SD tapi hasilnya nihil untuk lancar nyunda. Ya, salah satunya juga saya gak suka dengan pelajaran tersebut, sih. 

Padahalnya lagiiii... Ibu saya asli sunda, dia fasih berbahasa Sunda. Sayangnya, beliau ngomong pakai Bahasa Sunda cuma kalau ketemu saudara-saudara jauhnya di Bogor dan mamang jualan. Ya, kadang sama ceuceu jualan juga. 

Kefasihannya berbahasa Sunda plus keahliannya berbasa basi sering banget bikin dia dapet diskon dari mamang jualan. Belum lagi kalau ketemu yang satu kampung sama dia. Bisa jadi langganan (dikasih murah)! 

Karena faktor itu, akhirnya terlintas dalam alam bawah sadar saya untuk menjadikannya sebagai salah satu cita-cita untuk lafal berbahasa daerah. Namun, mengapa level berbahasa Sunda saya masih di tingkat beginner? Padahal niat sudah bulat.

Kira-kira begini analisa saya
1. Mainnya kurang jauh
Saya mulai bergaul dengan selain tetangga di rumah setelah anak pertama masuk TK. Makin luas lagi ketika anak ketiga masuk SD. Dipastikan itu adalah di tahun ke-12 saya hidup di Bandung, which is today, guys!! (2025). Disclaimer, jarak anak pertama, kedua dan ketiga masing-masing dua dan tiga tahun. Kebayang dong sibuknya jadi IRT gendong bayi sambil ngasuh dua balita. Jadi jarang main!

2. Tetangga-tetanggaku kocak dan bodor
Bodor itu mirip konyol, yah. Suka ngelucu. Apapun percakapan mereka dibikin lucu. Nah, kalau lagi ngelucu biasanya menggunakan kata-kata slang alias bukan bahasa baku. Sulit banget, lho mencerna percakapan mereka. Seringkali saya ikutan tertawa karena yang lain ikut tertawa. Oya, intonasi, nada dan ekspresi orang Sunda lagi ngobrol tuh kocak. Ini juga yang bikin saya ikut tertawa tanpa mengerti obrolan hahahaha...

3. Orang Sunda ngobrol pakai kecepatan 2x dari normal
Kalau belum pernah ngobrol dengan orang Sunda, coba deh liat beberapa VT orang Sunda ngomong atau lihat mereka lagi ngobrol dengan temannya. Di telinga saya hanya mendengar kata sandi 😭😭. Lagi-lagi sulit dicerna kata-katanya. Mungkin juga, sih mereka lagi ngomongin rahasia.

4. Banyak kata diberi imbuhan
Ini khusus dalam percakapan yah, bukan bahasa baku. Berikut saya kasih contoh kata yang harusnya singkat tapi diberi imbuhan double:
Araralit = alit
Ararageung = ageung
Herese` = hese`
Barade = bade
Kalau kata gua mah, makin Iieur Abdi ngadanguna na 🥲








Komentar